idn times jogja

IDN Times Jogja

Salah satu situs online milenial yang sangat populer saat ini di Indonesia adalah IDN Times. Dengan mengusung tema-tema yang kekinian, situs online ini sangat cocok untuk dijadikan referensi bagi kaum millenial. Nah, dalam kesempatan kali ini IDN Times Jogja akan coba memberikan beberapa rangkuman berita terkini seputar Jogja sebagai berikut : 

  1. Epidemiologi UGM : PPKM Tahap Kedua Harus Dilakukan Lebih Ketat


Mulai 26 Januari hingga 8 Februari 2021 mendatang, pemerintah pusat resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali. Untuk menanggapi hal itu, dr. Bayu Satria Wiratama, Epidmiologi UGM, menilai jika PPKM ini merupakan tindakan yang tepat karena situasi Covid-19 yang belum kunjung selesai. 


Akan tetapi, ia menilai apabila pemberlakukan PPKM ini seharusnya lebih jelas. Yang mana, harus ada perubahan dalam sistem penerapannya yang jauh lebih ketat. 


“Kebijakan memperpanjang PPKM ini tepat asal ada perubahan dan evaluasi terkait PPKM sebelumnya mengapa kurang berhasil? Sebab selama ini terkesan hanya ganti nama tanpa ada perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya pada Selasa (26/1/2021).


  1. Setelah Mengungsi 81 Hari, Akhirnya Ratusan Warga Kalitengah Lor Pulang ke Rumah


Setelah 81 hari mengungsi di Barak Banjarsari pasca kenaikan status Merapi dari waspada ke siaga, akhirnya warga Kalitengah Lor sudah mulai dibolehkan untuk pulang serentak pada Selasa (26/1/2021). 

Dalam hal ini, Suroto selaku Lurah Glagaharjo mengungkapkan bahwa sedikitnya ada 187 warga yang masuk dalam kelompok rentan yang hari ini pulang ke rumah masing-masing. 


“Dasar pemulangan adalah surat edaran Bupati. Biarpun status masih siaga, tapi rekomendasi dari BPPTKG sudah dinyatakan aman. Sehingga pengungsi di Glagaharjo, utamanya dari Kalitengah Lor boleh dipulangkan,” katanya pada Selasa (26/1/2021). 


  1. Dinkes Bantul Terima Distribusi Vaksin Sinovac Sebanyak 10.764 Dosis


Diberitakan Dinas Kesehatan Bantul telah menerima distribusi vaksin Sinovac sebanyak 10.764 dosis. Kini vaksin tersebut disimpan di Gudang Kesehatan milik Dinkes Bantul. 


Akan tetapi, jumlah vaksin yang dikirim dari Dinkes Di Yogyakarta tersebut masih belum bisa mencukupi untuk memenuhi jumlah tenaga kesehatan yang rencananya akan mendapatkan vaksin pada tahap pertama di termin kedua. 


dr. Abednego Dani Nugroho, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Bantul, mengatakan bahwa berdasarkan data e-ticket pemberian vaksin menyasar kepada 5.765 nakes.

Sedangkan vaksin yang dikirim hanya 10.764 dosis yang hanya mampu untuk memenuhi 5.382 nakes. Dengan demikian, ada sekitar 383 nakes yang belum bisa mendapatkan vaksin tahap pertama termin kedua.

“Kita berharap ada tambahan vaksin karena belum semua nakes tercover,” katanya, Senin (25/1/2021).


  1. Merapi Alami 3 Kali Awan Panas Guguran hingga 1.000 Meter Pada Senin Malam


Tercatat pada Senin Malam, Gunung Merapi telah mengalami 3 kali awan panas guguran. Hanik Humaida, Kepala Balai Penyeleidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), menjelaskan bahwa dari periode pengamatan mulai pukul 18.00-24.00 WIB, awan panas guguran tersebut tercatat terjadi pada jam 20:24, 20:33, dan 21:33 WIB. 


Ia juga menjelaskan, dari 3 kalai kejadian awan panas tersebut, tercatat jarak luncur maksimal sejauh 1.000 meter, yang terjadi pada jam 20:24 dan 21:03 WIB. Sementara tinggi kolom maksimum mencapai 400 meter yang terjadi pada jam 20:24 dan 21:03 WIB. 


“Pukul 20:24 WIB, awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 30 mm dan durasi 103 detik, tinggi kolom 400 m, jarak luncur 1.000 m, katanya melalui keterangan tertulis pada Selasa (26/1/2021).